Mushi Pemain Dota Asal Malaysia Yang Berhasil Meraih Mimpinya

Beberapa waktu ini salah satu ikon DotA yaitu Chai Mushi Yee Fung berhasil diliput dalam surat kabar lokal negaranya yaitu Malaysiakini. Surat kabar tersebut merupakan salah satu perusahaan surat kabar yang besar di negara Malaysia dengan total pembaca sebanyak 2,3 juta setiap harinya.

Dalam wawancara tersebut Mushi menceritakan pengalamannya bermain game hingga kisahnya saat memulai karirnya dalam industri game. salah satu kejadian yang masih di ingat olehnya adalah saat mamanya mengunci dirinya diluar rumah untuk memaksanya pergi ke sekolah.

Ketika menunggu di luar rumah, dia ingat bahwa ada sebuah bus yang lewat, dan kemudian dia bersembunyi dibalik mobil tersebut karena merasa sangat malu dan tidak ingin siapapun atau teman temannya melihat dirinya dikunci diluar rumah.

Dengan perjuangan yang panjang dan tidak mudah, akhirnya beberapa tahun kemudian mamanya memberikan kesempatan bagi Mushi untuk mengejar mimpi dengan tenggang waktu satu tahun. MUSHI HANYA MEMILIKI WAKTU SATU TAHUN UNTUK MEMBUKTIKAN DIRINYA DI DOTA.

Tidak dijelaskan secara lengkap pada wawancara tersebut mengenai kapan ia mendapatkan kesempatan tersebut namun kami memperkirakan sekitar tahun 2011 dimana ia bermain untuk tim profesional pertamanya yaitu Orange Esports.

Selain hal diatas, Mushi juga berbagi cerita tentang timnya terdahulu yaitu Team DK dan bagaimana ia berhasil keluar tepat di masa jayanya dari tim tersebut.

Pada tahun 2013 Mushi bermain untuk tim asal Cina, Team DK. Disana dirinya mengaku berhasil memenangkan banyak pertandingan dan selalu tampil dengan baik disetiap turnamen yang mereka ikuti. Mushi mengaku bahwa dirinya tidak terlalu senang berada di dalam tim dan bahkan tidak menemukan gairah bermain. Mungkin karena dia tidak bermain untuk negaranya sendiri. Setelah setahun berlalu Mushi memutuskan untuk kembali membela tim dengan bendera negaranya sendiri.

Meskipun berpenghasilan lebih banyak ketika bermain di Cina daripada Malaysia, namun Mushi merasakan adanya hal yang berbeda ketika bertarung untuk negaranya sendiri.

Comments are closed.