Mauricio Pochettino: Kemenangan Liverpool Adalah Sesuatu Yang Buruk

Mauricio Pochettino: Kemenangan Liverpool Adalah Sesuatu Yang Buruk

Mauricio Pochettino mengaku bahwa anak asuhannya mengalami kekalahan saat bermain melawan Liverpool pekan ini. Sang pelatih menilai bahwa kekalahan tersebut tidak seharusnya di terima oleh Tottenham Hotspur karena anak asuhannya tersebut telah bermain dengan sangat baik. Dengan bermodalkan pemain mahal maka Liverpool sudah sepatutnya dapat menunjukkan level permainan yang berada jauh di atas Tottenham Hotspur.

Mauricio Pochettino yakin jika Tottenham Hotspur telah berada dalam jalur persaingan yang tepat saat ini. Kekecewaan karena kekalahan memang terasa namun dirinya jauh lebih bangga dengan permainan yang telah di berikan oleh para pemainnya dalam pertandingan tersebut. Dengan modal pemain saat ini maka dapat di percaya bahwa The Lilywhites mampu bersaing di tinggal teratas di Liga Inggris Premier untuk musim mendatang.

Mahalnya skuat Liverpool dan kurangnya ketajaman dalam permainan yang di berikan oleh Liverpool membuat banyak pihak menilai bahwa kemenangan yang raih oleh The Reds sangat buruk. Dengan permainan yang buruk maka tidak sepatutnya jika kemenangan menjadi milik Liverpool namun hal tersebut di bantah oleh Jurgen Klopp yang menilai bahwa siutasi jauh berpihak pada Liverpool dan kemenangan tetaplah sebuah kemenangan dan kondisi tersebut tidak bisa diubah.

Seperti yang telah di ketahui bahwa Pochettino dan para pemain Spurs berhasil menahan imbang Livepool hingga menit pertandingan memasuki masa injury time dan di sanalah insiden gol bunuh diri yang dilakukan oleh Toby Alderweireld membuat Livepool mendapatkan kemenangan secara tidak terduga. Mauricio Pochettino bahkan menyatakan bahwa dengan kualitas dan mahalnya pemain dari Liverpool seharusnya mampu menang dengan cara menyakinkan dan bukan dengan sekedar gol bunuh diri di menit akhir pertandingan.

Liverpool Hampir Ditahan Imbang Oleh Hotspur

Liverpool Hampir Ditahan Imbang Oleh Hotspur

Liverpool kembali ke puncak klasemen setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di Anfield dini hari tadi. Tottenham Hotspur sebenarnya tidak perlu mengalami kekalahan jika di menit akhir sapuan dari Toby Alderweireld tidak mengarah ke gawang sendiri. Pertandingan keduanya berjalan dengan sangat ketat bahkan Liverpool tampak kewalahan menghadapi serangan cepat yang dilakukan oleh para pemain dari Tottenham Hotspur.

Kebuntuan dari Liverpool berhasil terpecahkan di menit ke-16 dimana saat itu Roberto Firmino berhasil menanduk bola ke arah gawang Hugo Lloris setelag memamfaatkan umpan dari Andrew Robertson. Gol tersebut menjadi penyemangat bagi para pemain Liverpool yang kemudian menaikkan kecepatan serangan untuk menekan barisan pertahanan dari Tottenham Hotspur. Saling bertukar serangan tidak membuat adanya gol tambahan di babak pertama dan pertandingan tersebut harus berakhir dengan skor 1-0 di babak pertama.

Memasuki babak kedua Tottenham Hotspur menambah daya gedor lewat akhir yang baik dari Harry Kane, Eriksen, dan Lucas Moura. Usaha untuk menyamakan kedudukan akhirnya tercipta ketika pertandingan memasuki menit ke-70. Umpan dari Eriksen berhasil di sambar oleh Lukas dan mengarah ke arah yang tidak mampu di jangkau oleh Alisson. Kedudukan yang sama kuat memaksa Liverpool harus bekerja lebih keras untuk memenangkan pertandingan di markas sendiri.

Ketika pertandingan hampir saja berakhir dengan hasil imbang terjadi hal mengejutkan dimana sundulan dari Salah yang telah berhasil di tepis oleh kiper Lloris ternyata di sapu oleh Toby Alderweireld dan mengarah ke gawang sendiri sehingga tercipta gol bunuh diri yang membuat Liverpool berbalik menang di pertandingan tersebut. Dengan kemenangan ini maka Liverpool kembali ke puncak klasemen dan memberikan selisih jarak 2 poin dengan Manchester City yang masih menyimpan 1 pertandingan.

Liverpool Berbalik Kalah Di Posisi Kedua

Liverpool Berbalik Kalah Di Posisi Kedua

Dalam laga lanjutan di Liga Inggris Premier mempertemukan tuan rumah Everton dengan Liverpool yang sedang berada dalam misi untuk mempertahankan posisi pertama di Klasemen sementara. Rival Liverpool sendiri telah menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 1-0 saat bertandang ke markas Bournemouth. Di sisi lain Liverpool hanya mampu bermain imbang di kandang Everton sehingga harus tersingkir ke posisi kedua dengan selisih 1 poin dengan Manchester City.

Everton yang berhasil menahan imbang Liverpool berhasil naik ke-urutan kesepuluh dengan mengoleksi 37 poin. Pasukan dari Jurgen Klopp dinilai telah bermain sangat baik di sepanjangan pertandingan saat melawan Everton namun beberapa peluang dan kesempatan emas masih gagal dimamfaatkan oleh Mohamed Salah dan rekan rekannya.

Dimenit ke-15 umpan dari Fabinho yang di tujukan kepada Mohamed Salah masih belum mampu diakurasikan dengan baik ke gawang Everton. Di babak kedua Jurgen Klopp bahkan memasukkan Roberto Firmino dan James Milner untuk menambah daya gedor dari lini depan Liverpool untuk mencuri kemenangan. Pertahanan dari Everton sepertinya masih terlalu kuat untuk bisa di jebol oleh pasukan The Reds dan pertandingan keduanya harus berakhir dengan skor kacamata.

Manchester City yang berhasil kembali ke puncak Klasemen kali ini mempunyai peluang untuk mempertahankan gelar juara di Liga Inggris untuk kedua kalinya jika bermain secara konsisten di sisa pertandingan yang ada di Liga Inggris Premier musim ini. Seperti yang dikabarkan bahawa Pep guardiola tengah mengincar 5 tropi untuk musim ini.

Kevin De Bruyne Tegaskan Kerja Keras Untuk City

Kevin De Bruyne Tegaskan Kerja Keras Untuk City

Pertandingan di Liga Inggris Premier masih menyisakan 10 pertandingan lagi dan Manchester City masih berada dalam persaingan dengan Liverpool untuk memperebutkan gelar juara di musim ini. Manchester City yang bermain konsisten berhasil mendekatkan jarak hingga 1 poin lagi dengan Liverpool yang berada di puncak klasemen saat ini.

De Bruyne secara tegas meminta kepada semua rekan yang ada di Manchester City untuk terus mempertahankan konsistensi yang ada sehingga sepuluh pertandingan yang tersisa dapat mereka menangkan seluruhnya untuk dapat mempertahankan gelar juara di musim lalu. Tekanan yang ada di Manchester City kian besar menjelang akhir musim sebab di pekan lalu City tercatat cukup berat untuk dapat memenangkan pertandingan saat melawan West Ham United.

Gol pinalti yang di lakukan oleh Sergio Aguero menjadi penyelamat atas kemenangan Manchester City saat itu. Poin yang terbuang di salah satu tim baik Liverpool dan Manchester City akan membuat jarak yang cukup fatal. Kevin De Bruyne berusaha untuk tidak gagal dan selalu mempersiapkan diri dengan baik menjelang pertandingan sebab gelar juara akan sangat penting untuk klub dan juga pemain yang ada di dalamnya.

Kevin De Bruyne juga menambahkan jika ada pemain yang tidak tahan dengan tekanan dan juga konsistensi yang ada di dalam tim maka lebih baik baginya meninggalkan Manchester City saat ini karena hanya akan menjadi beban bagi rekan yang lainnya. Di akhir pekan ini Manchester City akan bertandang ke markas Bournemouth sementara Liverpool akan melawan Everton. Kedua klub pastinya akan mengincar kemenangan untuk mempertahkan peringkat masing masing dalam Klasemen saat ini.

Manchester United Hadapi Badai Cedera Usai Lawan Liverpool

Manchester United Hadapi Badai Cedera Usai Lawan Liverpool

Manchester United di bawah asuhan manajer interim Ole Gunnar Solskjaer telah melewati lawa berat melawan Liverpool yang saat ini berada di posisi pertama klasemen Liga Inggris. Pertandingan keduanya berakhir dengan skor kacamata namun posisi dari Manchester United berhasil di geser oleh Arsenal dengan selisih 1 poin diantara keduanya.

Manchester United memang menargetkan satu tiket Liga Champions di musim ini sejak di tinggal oleh pelatih mereka Jose Mourinho. Di pertandingan selanjutnya Manchester United akan melawan Crystal Palace dan di predikasikan sejumlah besar pemain inti dari Setan Merah akan absen karena cedera yang di alami saat melawan Liverpool.

Ander Herrera, Juan Mata, serta Jesse Lingard udah pasti akan absen dalam pertandingan tersebut karena sudah berada dalam kondisi cedera saat melawan Liverpool di pekan lalu. Di babak pertama pertandingan melawan Liverpool tersebut Ole Gunnar Solskjaer sampai harus menggunakan jatah pergantian tiga pemain karena cedera yang terjadi di lapangan.

Marcus Rashford merupakan penyerang utama dari United juga masih dalam kondisi yang kurang baik karena engkel kakinya di kabarkan tengah dalam kondisi cedera dan harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk di putuskan dapat di mainkan di laga selanjutnya. Dampak cedera ini mungkin akan mempengaruhi hasil positif yang masih diraih oleh Manchester United usai di kalahkan oleh Paris Saint-Germain beberapa saat yang lalu.

Ole Gunnar Solskjaer Puji Kebolehan Paul Pogba

 Ole Gunnar Solskjaer Puji Kebolehan Paul Pogba

Paul Pogba mengawali musim kali ini bersama dengan Manchester United dengan penampilan yang masih kurang baik di masa kepelatihan Jose Mourinho. Di paruh musim setelah pemecatan dari Jose mourinho maka penampilan dari para pemain Manchester United kian membaik. Tidak hanya itu saja namun Manchester United kini kembali ke masa dimana Setan Merah menjadi momok bagi para Klub yang ada di Inggris.

Paul Pogba khususnya menjadi sorotan dari banyak klub besar di Eropa bahkan Juventus mempunyai kemungkinan untuk memulangkannya kembali ke Serie A. Ole Gunnar Solskjaer yang tampil menggantikan sosok Jose Mourinho ikut memuji kepribadian dan prestasi dari Paul Pogba. Selama ini Paul Pogba mungkin belum bisa menunjukkan potensinya dikarenakan posisi dan kebebasan untuk bermain di lapangan belum cocok dengan pribadi yang dimiliki olehnya.

Kini Paul Pogba mempunyai kebebasan untuk menyerang dan juga bertahan sebab Ole Gunnar Solskjaer menilai bahwa Paul Pogba mempunyai fisik yang baik untuk bertahan dan juga mempunyai tandukan yang tajam ketika menyerang dan kombinasi keduanya ini belum pernah dimiliki oleh gelandang di Eropa. Hingga kini tercatat bahwa Pogba telah berhasil mencetakkan 14 gol dan sepuluh assist dalam 32 penampilannya bersama dengan Manchester United.

Pada pertandingan sebelumnya melawan PSG terlihat bahwa para pemain dari PSG menjaga ketat pergerakan dari Paul Pogba sehingga manchester United gagal meraih kemenangan di leg pertama tersebut. Di pertandingan melawan Liverpool taktik untuk mengepung Paul Pogba mungkin akan terjadi kembali dan di saat itu maka pemain yang lain harus lebih agresif untuk melakukan penyerangan ke daerah Pertahanan Liverpool. Pengalaman melawan Liverpool akan sangat bermamfaat untuk meningkatkan kemampuan dari Paul Pogba di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

Jurgen Klopp : Reaksi Kepada Niko Kovac Hanya kesalahpahaman

Jurgen Klopp : Reaksi Kepada Niko Kovac Hanya kesalahpahaman

Dalam pertandingan Liga Champions di leg pertama mempertemukan Liverpool dan Buyern Munchen dan pertandingan keduanya diakhiri dengan skor kacamata. Hal menarik yang disorot oleh para fans usai pertandingan selesai adalah reaksi dari Jurgen Klopp yang terlihat marah pada Niko Kovac.

Jurgen Klopp memang terlihat dekat dengan para klub yang ada di Jerman dan usai pertandingan berakhir Juergen Klop memperlihatkan aksi yang cukup ekstrim terhadap Niko Kovac. Niko Kovac sendiri tampak beberapa kali menarik lengan dari pelatih Liverpool tersebut untuk mencoba berbicara.

Insiden yang terjadi tersebut di nilai oleh Jurgen Klopp merupakan sebuah kesalahpahaman. Dalam pertemuan pers Jurgen Klopp menjelaskan bahwa sikap yang ditunjukkannya usai pertandingan bukan sebuah konflik ataupun kemarahan yang ditujukan kepada Niko Kovac.

Hal yang terjadi adalah sebuah kebiasaan usai pertandingan di Inggris maka hal pertama yang dilakukan oleh para pelatih adalah bersalaman terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan bersalaman kepada para pemain. Hal tersebut pastinya bertolak belakang dengan kebiasaan yang ada di Jerman dan Jurgen Klopp paham atas hal tersebut.

Niko Kovac yang tidak mengerti akan hal tersebut meminta maaf kepada Jurgen Klopp karena pelatih Liverpool tersebut terlihat menunggu Niko Kovac untuk datang bersalaman. Di leg kedua nantinya Jurgen Klopp mengaku akan melaukan hal yang biasa dilakukan di tanah Jerman usai pertandingan sehingga kesalahpahaman tersebut tidak terjadi kembali.

Maurizio Sarri Punya Taktik Untuk Kalahkan City

Maurizio Sarri Punya Taktik Untuk Kalahkan City

Diakhir pekan ini Maurizio Sarri dan pasukannya kembali akan melawan Manchester City namun kali ini Chelsea akan bertandang ke markas Manchester City di Etihad Stadium. Di bulan Desember lalu Chelsea sukses mengalahkan pasukan Pep Guardiola dengan skor 2-0 di Stamford Bridge. Chelsea dan juga Maurizio Sarri menjadi tim pertama di Inggris Premier yang berhasil memukul jatuh Manchester City.

Kekalahan Manchester city kemudian berlanjut saat melawan Crystal Palace, Leicester City dan Newcastle United sehingga membuat jarak dengan Liverpool semakin jauh namun dalam beberapa pertandingan terakhir ini Manchester City telah bangkit kembali dan menyapu bersih semua pertandingan yang ada. Kini Manchetser City telah berada di puncak Klasemen dengan kemenangan selisih gol dari Liverpool.

Maurizio Sarri yang akan kembali menghadapi Manchester City mengaku bahwa laga kali ini akan jauh lebih berat sebab pasukan Chelsea harus bertandang ke markas City. Maurizio Sarri mengaku telah mempunyai taktik untuk menahan Manchester City untuk kedua kalinya dimusim ini. Manchester City memang mempunyai serangan yang tajam dan tugas dari Chelsea adalah meminimalkan potensi peluang yang akan di ciptakan oleh Manchester City dalam pertandingan tersebut.

Ketika Pasukan Chelsea mendapatkan bola maka kecepatan dalam melakukan serangan ke titik pertahanan Manchester City harus segera terlaksana. Dengan kecepatan maka serangan dari Chelsea kemungkinan besar tidak akan mampu di bendung oleh City seperti yang terjadi di bulan Desember lalu. Maurizio Sarri juga menambahkan bahwa saat ini Chelsea mempunyai juru kunci baru yakni gonzalo higuain yang mungkin akan menjadi titik balik dalam pertandingan nantinya.

Mohamed Salah Mungkin Jadi Korban Aksi Rasisme

Mohamed Salah Mungkin Jadi Korban Aksi Rasisme

Pertandingan antara West Ham United dan Liverpool telah berkahir pada beberapa waktu lalu namun dalam pertandingan tersebut masih menyisakan beberapa insiden yang mungkin tidak di ketahui oleh banyak pihak. Muhamed Salah menjadi salah satu korban dalam aksi rasisme yang terjadi di London Stadion.

Dalam vidio yang terekam di London Stadion tersebut terlihat bahwa salah satu pendukung dari West Ham United melakukan aksi Rasisme tersebut dan di tujukan kepada Mohamed Salah yang sedang bertanding saat itu. Suporter West Ham United tersebut menyuarakan hinaan dengan nada rasisme yang berkenaan dengan kepercayaan yang diyakini oleh Mohamed Salah.

Rekaman Video tersebut sudah tersebar di media sosial dan pihak dari West Ham United mengaku akan menindak lanjuti segala bentuk kekerasan yang ada di dalam London Stadion. Seperti yang telah di publikasikan oleh West Ham United bahwa mereka sangat tidak mentoleransi bentuk kekerasan dan perilaku kasar.

Terlepas dari usia, ras, agama, kepercayaan, status pernikahan, kehamilan, jenis kelamin, orientasi seksual, penegasan kembali jenis kelamin dan kekurangan fisik semuanya di sambut dengan baik di London Stadion. Jika benar pelaku Rasisme tersebut melanggat aturan maka West Ham United akan memberikan data diri pelaku tersebut ke pihak kepolisian untuk di proses dan akan dilarang untuk memasuki London Stadion seumur hidup.

West Ham United secara tegas menyatakan bahwa tidak menerima pelaku dengan aksi kekerasan seperti itu di London Stadion. Dalam pertandingan tersebut West Ham United memang sukses menahan Liverpool dengan skor 1-1 namun insiden yang terjadi tersebut cukup merugikan bagi Liverpool khususnya Mohamed Salah.

Liverpool Bakal Jalani Laga Kontra Bayern Munich Tanpa Van Dijk Dan Gomez

Liverpool Bakal Jalani Laga Kontra Bayern Munich Tanpa Van Dijk Dan Gomez

Liverpool yang lolos ke babak 16 besar Liga Champions akan bejumpa dengan Bayern Munich di pertengahan bulan Februari nanti. Anfield akan menjadi tempat di laksanakannya pertandingan besar kedua klub tersebut.

Bermain di depan pendukung sendiri akan menjadi keunggulan bagi Liverpoll namun hal tersebut belum memastikan kemenangan bagi Liverpool pasalnya tim yang akan di hadapinya merupakan tim raksasa Bundesliga. Laga ini tentunya akan menjadi laga berat bagi pasukan Jurgen Klopp pasalnya dalam pertandingan tersebut Virgil Van Dijk dan Joe Gomez tidak akan ikut berpartisipasi.

Virgil Van Dijk masih dalam skor akibat 3 kartu kuning yang di terimanya dalam fase grup. Joe Gomez juga tidak dapat menggantikan posisi dari Virgil Van Dijk karena masih mengalami cedera dan di prediksikan belum akan pulih dalam waktu dekat. Di laga sebelumnya saat bermain melawan Leicester City tampak bahwa Liverpool hanya mampu bermain imbang di kandang sendiri. Di laga selanjutnya Liverpool masih akan bertading melawan West Ham United dan Bournemouth sebelum melakoni laga Liga Champions melawan Bayern Munich.

Jurgen Klopp juga menjelaskan bahwa skema pertandingan melawan Bayern Munich akan cukup berat karena kondisi tim tidak akan sempurna karena kedua pemain Virgil Van Dijk dan Joe Gomez tidak dapat di mainkan. Laga tersebut harus diselesaikan dengan hati hati oleh tim Liverpool karena Bayern Munich akan sangat menyusahkan ketika di biarkan begitu saja.