Potensi Rashford Semakin Berkembang Di Tangan Ole Gunnar Solskjaer

Sejak mulai bergabung di skuad inti Manchester United sejak musim 2015-2016, Marcus Rasford belum mendapatkan kesempatan untuk tampil fulltime dalam berbagai ajang pertandingan yang di jalankan oleh Manchester United. Walaupun sering tampil sebagai pemain pengganti keterampilan Marcus Rasford tidak dapat di pungkiri.

Pemain yang saat ini berusia 21 tahun tersebut bahkan saat ini telah menjadi jelmaan kedua dari Cristiano Ronaldo, sejak Manchester United mulai di pegang oleh Ole Gunnar Solskjaer. Tekanan yang di berikan oleh Solskjaer terhadap Marcus Rasford  membuat dirinya saat ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya.

Bahkan saat ini Marcus Rasford  bukan lagi menjadi pemain pengganti di Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mempercayakan posisi penyerangan dan memberikan dirinya untuk dapat tampil secara penuh dalam setiap pertandingan yang akan di jalani oleh Manchester United.

Kepercayaan Ole Gunnar Solskjaer terhadap Marcus Rasford  bukanlah tanpa alasan, di karenakan pada musim lalu walupun tidak mendapatkan jatah tampil secara penuh Marcus Rasford  berhasil mencetak 13 goal serta 19 assist dalam 50 pertandingan yang di jalani olehnya.

Hasil tersebutlah yang membuat Ole Gunnar Solskjaer memberikan kepercayaan penuh terhadap dirinya pada musim ini. Marcus Rasford juga dapat menjaga kepercayaan yang telah di berikan kepadanya dengan membuktikan dirinya di pertandingan pertama Premier League yang di jalani oleh Manchester United.

Pada saat berhadapan dengan Chelsea, Marcus berhasil mencetak dua buah gol untuk kemenangan Manchester United. Gol pertama Marcus Rasford di dapatkan lewat tendangan pinalti pada menit ke-18, sedangkan gol keduanya di hasilkan lewat tendangan lurus ke arah yang tidak dapat di halau oleh Kepa (Kiper Chelsea) pada menit ke-67.

Potensi yang dirinya mulai di keluarkan oleh Ole Gunnar Solskjaer sehingga dapat di lihat bahwa kedepannya Marcus Rasford akan menjadi salah satu ujung tombak dari Manchester United selain Paul Pogba. Pada musim ini Ole Gunnar Solskjaer memberikan target 20 goal untuk seorang Marcus Rasford. Hal tersebut akan menjadi salah satu tantangan untuk dirinya agar dapat berkembang lebih dari sekarang.

Christian Eriksen Jauh Lebih Baik Untuk Real Madrid

Kabar kedekatan antara Paul Pogba dengan Real Madrid mendapatkan tanggapan yang kurang baik dari para petinggi Los Blancos. Pemain asal Prancis tersebut dinilai mempunyai musim yang tidak baik di Manchester United. Petinggi dari Los Blancos bahkan menilai bahwa Christian Eriksen akan jauh berpotensi jika di datangkan ke Real Madrid pada musim depan nanti. Pelatih Zinedine Zidane sendiri hingga saat ini masih menaruh minat yang cukup serius pada Paul Pogba untuk bisa bermain bersama dengan anak asuhannya di musim depan nanti.

Zinedine Zidane manyadari bahwa keinginannya tersebut tidak akan dengan mudah terealisasi karena banyak faktor dari dalam klub. Berasal dari negara yang sama mungkin menjadi salah satu alasan untuk melakukan perekrutan terhadap Paul Pogba namun kekalahan yang di alami oleh Manchester United pada leg pertama ketika berhadapan dengan Barcelona semakin menutup kemungkinan Real Madrid untuk mendatangkan Paul Pogba untuk musim depan nanti.

Christian Eriksen yang masih bermain untuk Tottenham Hotspur mungkin menjadi target pembelian di musim depan oleh Real Madrid apabila kabar kedekatannya dengan Eden Hazard tidak terlaksana dengan baik. Eden Hazard telah lama di kabarkan akan hengkang dari Chelsea di musim depan dan memutuskan untuk bergabung dengan Real Madrid. Hal tersebut terjadi karena isu dari hubungan yang buruk antara Eden Hazard dengan pelatih Chelsea saat ini.

Sosok dari Christian Eriksen dan juga Eden Hazard dinilai oleh para petinggi dari Real Madrid akan mampu membantu Zinedine Zidane untuk mencapai ambisi di musim depan nanti. Gelandang berpotensi tersebut di percaya mampu memberikan kreativitas di dalam lini serang dari Real Madrid yang saat ini mengalami hasil yang buruk setelah di tinggalkan oleh Cristiano Ronaldo.

Dari Firmino Sampai Van Dijk, Begini Proses Bertahan Liverpool

Joel Matip sebagai bek tengah Liverpool mengungkapkan bagaimana kembangkan pertahanan yang di lakukan oleh Liverpool pada musim ini. Matip mengungkapkan bahwa sekarang ini mereka lebih komplet dari segi penyerangan sampai ke segi pertahanan yang kokoh.

Pertahanan yang kokoh tidak terlepas dari peran Virgil van Dijk dan Alisson Becker yang menjaga gawang nya sendiri. dengan datangnya 2 pemain ini langsung mendongkrak kualitas Liverpool sehingga mereka bisa bermain lebih tenang.

Di musim 2018/2019 Pertahanan mereka sangat Kokoh di dalam skuatnya. terbukti ketika bek seperti Joe Gomez dan Dejan Lovren mengalami cedera mereka masih punya Joel Matip. jadi mereka punya pemain yang bisa di gantikan dengan hal tersebut. sehingga jumlah kebobolan nya cuman sedikit.

Kekuatan Pertahahan Liverpool bukan cuman sektor di bek saja. namun menurut Matip itu karena skuatnya bermain sebagai tim, mereka bukan cuman mengandalkan bek saja namun dari lini tengah juga mereka juga memberi pertahanan ketika bola itu hilang dari kaki Liverpool.

Semua orang pasti tahu bahwa Virgil van Dijk memang memberi dampak nyata di tim kami. ketika dia memegang bola dia sangat senang, dia juga bisa berduel bola udara dengan sempurna, jadi dia lah yang memberi stabil dalam keseluruhan di atas lapangan” buka Firmino .

Soal perfoma yang luar biasa di musim ini, Joel Matip ,menyebutkan bahwa hal itu terjadi karena adanya sang Pelatih yang selalu membantu kami, dia sangat percaya dengan skuatnya, sehingga anak asuhnya juga mempercayainya dengan serupa

Bikin Kecewa, MU Sudah Tak Pernah Dengarkan Saran Alex Ferguson

Antara Sir Alex Ferguson dan Manchester United hubungan nya sedang tidak baik, pasalnya Manchester United kini sudah tidak mendengarkan apa yang Sir Alex Ferguson sarankan., apa lagi dengan di tunjukan Ole Gunnar Solskjaer sebagai juru takti Musim depan.

Sejatinya Sir Alex Ferguson memang menjadi sosok pelatih legendaris di MU, sebab Fergie sudah lama menetap di United selama 26 tahun, itu merupakan waktu yang tidak singkat pastinya. selama menjadi pelatih United ia memberikan 39 Gelar di semua Kompetisi.

Pada tahun 2012 yang silam, Sir Alex Ferguson memutuskan untuk pensiun dari Pelatih Sepak bola. walau pun tidak ada lagi terlibat dari sepak bola, namu MU selalu meminta saran dari Ferguson tentang hal hal teknis seperti pelatih dan pemain lain nya.

Ketika United memberikan persetujuan yang di berikan oleh Ferguson, akhirnya United mengaet pelatih David Moyes dan Jose Mourinho. namun dalam belakangan ini malah MU tidak meminta saran nya lagi, situasi ini lah yang membuat Sir Alex Ferguson merasa kecewa.

Dengan United memberikan Solskjaer sebagai pelatih Permanen pada musim depan membuat Fergie merasa kecewa dengan kebijakan yang di ambil United. Fergie sempat memberikan saran untuk mengaet Mauricio Pochettino namun United cuman mendiamkan nya.

Sudah 7 tahun MU sudah merasakan puasa gelar EPL, apa lagi di musim 2018/2019 United di bilang sangat sangat Inkonsisten sehingga mereka terpaut di posisi 6 klasemen dan tidak akan bermain di Liga Champions.

Gaya Bermain Barcelona Dikritik Xavi, Ini Reaksi Pique

Bek Tengah Barcelona menangkapi Kritikan yang di lontarkan oleh mantan Pemain Barcelona tersebut. Mantan Barcelona Xavi mengkritik gaya main yang di tampilkan oleh Barcelona dalam musim belakangan ini .

Kali ini Barcelona tampil di pentas eropa sangat lah mengecewakan, dari awal musim mereka sudah menargetkan untuk menjadi juara Liga Champions namun itu di Singkirikan oleh Liverpool di babak semi Final tepatnya di Anfiel.

Dalam kekalahan tersebut membuat Xavi Juga langsung memberikan saran yang terbaik untuk Mantan klub nya tersebut . Xavi menyarankan bawah Barcelona harus bisa tampil dengan gaya dominasi Pemainan seperti pendahulunya.

Walaupun Xavi sudah memberikan Saran nya, Bek Tengah Barca , Pique mengakui bahwa apa yang di sarankan Xavi itu sangat lah tidak mudah, apa lagi pemain sekarang tidak mendukung untuk hal tersebut seperti Xavi lakukan pada dahulu.

Kekalahan memang menjadi hal yang paling buruk bagi seseorang persepak bola, namun kami sudah melakukan cara yang terbaik apa lagi memainkan gaya Barca, terkadang kita memainkan nya tidak mudah . jadi itu tergantung lawan menghadapi kami” buka Pique.

Terkadang kita sudah memiliki pemain yang sangat kuat namun jika lawan untuk selalu mengimbangi perlawanan kami, itu akan menjadi asrat untuk selalu mengalahkan kami itu lah yang terjadi di Anfield ” Tutup Pique.

Tragis! Chelsea Lakukan Polling untuk Pecat Maurizio Sarri

The Blues kabarnya ingin membuat langka kedepan nya tentang masa depan pelatih 61 tahun tersebut. keputusan yang di ambil Chelsea ini terbilang sangat seperti biasanya. Chelsea akan menanyai ke beberapa pemain nya tersebut.

Di musim depan Maurizio Sarri masih di ragukan apakah ia akan bertahan di klub atau akan di depak oleh Chelsea. padahal di musim ini Maurizio Sarri sudah memberikan target yang di berikan oleh Chelsea di awal musim.

Pelatih asal Italia sudah memberikan Chelsea keberada ke posisi ke 3 yang musim depan nya bisa bermain di Liga Champions. bukan cuman itu saja namun kini mereka tinggal selangka lagi bisa menjuarai Liga Europa League musim 2018/2019.

Walaupun Maurizio Sarri sudah mampu mencapai target tersebut namun pelatih 61 tahun masih belum bisa di katakan aman di Stamford Bridge. ada beberapa pemain Chelsea tidak menyukai cara bermain nya, apa lagi ia terkesan buruk terhadap Gary Cahill.

Dari awal musim sampai berakhirnya kompetisi Gary Cahill sampai sekali tidak mendapatkan jata untuk bermain di pertahanan chelsea padahal di musim lalu ia selalu memberikan kontribusinya terhadap tim, namun Sarri tidak pernah memainkan nya.

Semenjak berlatih di Chelsea ia juga sempat memiliki hubungan yang kurang baik kepada beberapa pemain chelsea. jadi untuk itu Chelsea akan menanyai ke beberapa pemain nya tentang masa depan nya apa kah masih mau di lanjuti atau tidak.

Pengganti Allegri, Cristiano Ronaldo Minta Juventus Kejar Jose Mourinho

Kali ini Juventus langsung mencari pengganti Massimiliano Allegri yang musim depan akan pergi dari Juventus. namun Sang Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo meminta secara khusus kepada Pihak manager Juventus untuk merekrut Jose Mourinho.

Juventus yang menjadi juara bertahan tentunya tidak bisa menentukan pelatih mana yang harus di datangkan pasalnya mereka harus bisa mencari sesosok seperti Allegri yang bisa memberikan kelar juara berturut turut.

Untuk bisa juara berturut turut, pastinya mereka harus bisa mencari pelatih Kelas dunia untuk melakukan pekerjaan tersebut seperti contohnya Josep Guardiola. namun bukan cuman Guardiola saja yang bisa melakukan pekerjaan seperti itu.

Sejumlah pelatih Top seperti Mauricio Pochettino, Jurggen Klopp, Maurizio Sarri, dan Jose Mourinho di gadang gadang akan menjadi Juru takti di musim depan. Namun CR7 malah berniat untuk mengaet Pelatih Asal Portugal, Jose Mourinho sebagai juru takti.

Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo pernah bekerja sama ketika mereka masih bersama Real Madrid selama 3 tahun dari 2010-2013. dan di sisi lain Jose Mourinho masih belum melatih klub lain yang dikarenakan di pecat dari Manchester United karena perfoma kurang baik.

Menurut Cristiano Ronaldo, Jose Mourinho sangat menjadi Kriteria Juru takti Juventus yang pasalnya memiliki sejumlah pengalaman untuk juara di domestik maupun di Eropa seperti Liga Champions dan Eroupa League.

Guardiola: Raih Treble Domestik Lebih Sulit dari Memenangkan Liga Champions

Bos Manchester City, Josep Guardiola sudah menyapu bersih semua gelar yang ia ikut dalam musim 2018/2019. Josep Guardiola juga mengungkapkan bahwa memenangkan primer League lebih susah ketimbang Liga Champions. namun di musim depan ia akan melakukan yang terbaik untuk City.

Kini Manchester City, meraih trofi FA Cup setelah menyingkirkan Watford dengan skor 6-0 di Wembley semalam. trofi FA Cup melengkapi gelar City dengan sempurna yang di karenakan sudah meraih Carabao Cup dan gelar Premier League dalam musim ini.

Dengan begitu, Manchester City menjadi salah satu klub yang bisa meraih treble domestik, apa lagi di awal musim nanti langsung mendapatkan trofi Community Shield itu menjadi trofi ke 4 yang di dapatkan oleh City .

Josep Guardiola sangat senang bermain di Liga Champions apa lagi meraih nya. namun bermain dan memenangkan liga domestik lebih susah ketimbang memenangkan Liga Champions. ini menjadi musim yang paling baik bagi City maupun pelatih nya Josep Guardiola.

Ikut serta bermain di semua kompetisi menjadi hal yang luar bisa di lakukan apa lagi di negara ini. jadi ketika kamu bisa melakukan nya maka tim tim lain akan juga bisa melakukan nya cuman hanya butuh waktu saja. namun kami lah yang duluan pertama meraih nya” buka Guardiola .

Guardiola melontarkan pujian nya terhadap skuatnya yang di karenakan selalu bekerja keras di dalam semua kompetisi, oleh karena itu City baru bisa meraih suatu hal yang membanggakan.

Joe Gomez: Menang UCL Harga Mati untuk Liverpool!

Pemain asal Inggris, Joe Gomez sangat tidak sabar untuk membuktikan diri di ajang final Liga Champions. Gomez mengungkapkan bahwa skuatnya tersebut akan mati matian untuk mengamankan 1 gelar Liga Champions di akhir musim.

Di musim 2018/2019 Liverpool menjadi finalis Liga Champions. mereka bisa mengalahkan tim tim Besar Eropa lain nya seperti PSG, Porto, Maupun Barcelona di semi Final. Ketika Liverpool di hadang oleh Barcelona, malah sebaliknya Liverpool bisa membalikan keadaan sehingga masuk ke Final.

Dengan mengkalahkan Barcelona di Semi final, Liverpool akhirnya bisa lolos ke final dengan ke 2 kalinya, yang tahun lalu di mana Liverpool kenak Bantai oleh Real Madrid dengan skor 3-1 di Kiev. jadi Joe Gomez tidak sabar untuk tampil di ajang itu lagi dan membuktikan dirinya bahwa Liverpool bisa menjadi juara.

Gomez juga sangat yakin bahwa Kolega nya tersebut tidak akan Troma dengan apa yang di lakukan musim lalu di Kiev menghadapi Real Madrid. Sehingga ia menyakinkan bahwa Kini liverpool menjelma menjadi klub yang besar di partai final ini.

Saya rasa kami sudah melakukan hal yang terbaik di Musim ini, mereka yang menonton nya juga akan merasakan nya ya walaupun kami tidak keluar juar di EPL, namun anda juga bisa lihat bahwa tim kami berkembang sangat bagus sehingga bisa memberikan perfoma yang maksimal mungkin” Buka Gomez.

Ini adalah Titik akhir yang harus kami lakukan agar di final nanti kami bisa mengamankan setidaknya 1 gelar Final Champions, untuk itu kami harus bisa mengendalikan Mentalitas kami untuk pertandingan tersebut” tutup Gomez.

Patrice Evra: Paul Pogba akan Tinggalkan Manchester United

Mantan pemain Manchester United, Patrice Evra tidak yakin bahwa Paul Pogba akan tetap di Old Trafford pada musim depan. pemain asal Prancis tersebut selalu di bantai oleh penggemarnya sampai akhirnya rasa sayang kepada klub nya tersebut akhirnya purna.

Sejak di Beli dari Juventus pada 2016 yang lalu, Paul Pogba sering di kritik oleh fans United sendiri. karena Pogba langsung tampil beda sehingga ia tidak bisa mengeluarkan perfoma terbaik seperti ketika ia sedang di Juventus. hal itu lah yang membuat ia sering di kritik dengan sangat pedas.

Di musim ke 3 nya bersama Manchester United, malah ia menjalanin musim yang sangat parah. walaupun nama Pogba ada masuk kedalam Premier League Team of the Year yang di karenakan ia mencetak gol yang paling banyak bersama Manchetser United, namun saja Kritikan kepadanya terus berlanjut.

Dengan sering di kritik oleh pengemarnya sendiri membuat Patrice Evra sangat yakin bahwa ia tidak akan tinggal lebih lama bersama Manchester United. belum lagi ada klub klub besar juga ingin mendapatkan jasanya tersebut seperti Real Madrid.

Saya rasa ia ” Paul Pogba akan meninggalkan Manchester United dalam dekat ini, sebab ia saat ini tidak bermain secara tim dan kita juga bisa menilai seakan akan ia bermain dengan setengah hati. apa lagi di pertandingan terakhir kami ada melihat bahwa ia bentrok kepada Fans United setelah pertandingan selesai.

Di pertandingan terakhir ketika tumbang atas Cardiff City, Pogba harus berurusan dengan pengemar United yang ada di bangku penonton. Penonton tersebut langsung menlontarkan kata yang pedas terhadap dirinya, sehingga membuat Evra yakin bahwa Pogba akan meninggalkan United pada musim depan.