Juventus Sukses Comeback Melawan AC Milan

Juventus Sukses Comeback Melawan AC Milan

Tanpa kehadiran dari Cristiano Ronaldo di pertandingan terbukti bahwa Juventus masih mampu comeback saat melawan AC Milan di Allianz Stadium. Dibabak pertandingan Juventus telah terlebih dahulu kebobolan satu angka lewat kelalaian dari Leonardo Bonucci yang saat itu memberikan umpan tanggung dan berhasil di potong oleh Tiemoue Bakayoko. Pemain asal Prancis tersebut langsung mengirimkan umpan kepada Krzysztof Piatek dan berhasil menaklukkan gawang yang di kawal oleh Wojciech Szczesny.

Cedera dari pihak Juventus juga tidak terelakan di menit ke-30 di mana Allegri harus melakukan pergantian pemain karena Emre Can mengalami cedera engkel. Sami Khedira di tunjuk untuk menggantikan gelandang asal Jerman tersebut untuk meneruskan kembali pertandingan. Di ketahui pula bahwa Sami Khedira baru saja kembali bermain di Juventus setelah selesai menjalani operasi jantung di bulan Februari kemarin.

Babak kedua di mulai oleh para pemain Juventus yang mulai bangkit untuk melakukan serangan ke daerah pertahanan dari AC Milan. Dybala melakukan beberapa peluang di depan kotak pinalti dan akhirnya kerja keras dari para pemain Juventus berbuah sebuah hadiah pinalti. Mateo Musacchi melakukan pelanggaran terhadap Dybala dan wasit akhirnya memberikan hadiah pinalti yang berunjung Juventus berhasil menyamakan kedudukan.

Untuk memberikan suasana baru yang telah memanas maka Allegri melakukan pergantian terhadap Dybala dan memasukkan Moise Kean. Striker asal Italia tersebut memang di kabarkan tengah naik daun dan di harapkan dapat memberikan sesuatu dalam pertandingan tersebut. Keputusan dari Allegri nampaknya tepat dan di menit menit menjelang berakhirnya pertandingan Moise Kean berhasil mendapatkan sebuah gol yang membuar Juventus berhasil memenangkan pertandingan tersebut.

Raheem Sterling Bela Moise Kean Dari Rasisme

Raheem Sterling Bela Moise Kean Dari Rasisme

Konflik yang tengah terjadi setelah pertandingan antara Juventus dan Cagliari di Liga Serie A usai. Moise Kean yang berhasil mencetakkan gol sebelum berakhirnya pertandingan melakukan selebrasi dengan rekan setimnya namun hal tersebut kemudian dianggap sebagai salah satu bentuk ejekan bernada rasial. Akibatnya Moise Kean menjadi korban di markas Cagliari namun hal tersebut mendapat pembelaan dari sejumlah atlet sepakbola di eropa.

Raheem Sterling menjadi salah satu pemain yang buka suara untuk membela Moise Kean dari aksi Rasisme tersebut. Secara khusus dirinya menuliskan bahwa hal yang dilakukan oleh Moise Kean adalah hal yang umum dilakukan ketika seorang pemain berhasil mendapatkan gol. Kritikan yang di tulis oleh Raheem Sterling kemudian di tujukan kepada Bonucci dan berisi bahwa semua yang bisa dilakukan oleh dirinya adalah tertawa.

Raheem Sterling sendiri merasa aneh dengan komentar yang di tulis oleh Leonardo Bonucci yang tidak membela Kean saat jadi korban rasisme. Pembelaan atas Moise Kean juga datang dari pemain bintang Manchetser United yang pernah membela Juventus. Paul Pogba menuliskan secara resmi di halaman instagramnya dan mengajak orang orang Italia untuk bangkit dan kompak dalam melawan aksi Rasisme.

Ajang sepakbola sudah sepantasnya menjadi tempat untuk bersaing secara sehat dan bukan untuk menunjukkan aksi tidak pantas seperti Rasisme. Beberapa pemain hebat di dunia mungkin sering mendapatkan perlakukan Rasisme dari sekelompok orang ketika tampil dan bermain dilapangan. Hal tersebut seharusnya di tindak lanjut secara tepat agar tidak terulang dan mencoreng nama baik sepakbola di dunia.

Moise Kean Masuk Sejarah Timnas Italia

Moise Kean Masuk Sejarah Timnas Italia

Penyerang muda milik Juventus kini mendapatkan rekor baru setalah tampil bersama dengan Timnas Italia dalam Kualifikasi Euro 2020. Keberhasilannya dalam mencetakkan gol saat Italia melawan Finlandia membuat dirinya masuk dalam buku sejarah Italia. Gol tersebut merupakan kali pertamanya dalam debutnya di kancah Internasional.

Tidak hanya itu saja namun Moise Kean berhasil menjadi pencetak gol kedua yang berusia paling muda dalam sejarah Timnas Italia. Posisi pertama di isi oleh sosok Bruno Nicole yang mencetakkan gol untuk Timnas Italia di usia 18 tahun 258 hari sedangkan bagi Moise Kean hal tersebut terjadi di usia 19 tahun 23 hari.

Boomber baru yang menjadi andalan dari massimiliano allegri di Juventus tersebut di percaya akan mampu memberikan banyak prestasi baik untuk Timnas Italia maupun bagi klub Juventus. Sosok Moise Kean bahkan di yakini oleh para fans Juventus dan Italia akan mampu menyaingi permainan dari Cristiano Ronaldo dimasa depan.

kemenangan Italia atas Finlandia kali ini memperpanjang rekor yang dimiliki oleh Italia dalam kualifikasi Euro. Sebanyak 31 pertandingan beruntun yang telah diadakan dalam 13 tahun tercatat bahwa Italia masih belum terkalahkan. 25 kemenangan dengan enam hasil imbang menjadi catatan rekor yang masih bertahan hingga saat ini.

Sejauh ini 58 gol telah dibukukan dengan hanya kebobolan 14 kali cukup menjadi prestasi yang baik untuk Timnas Italia dalam ajang Kualifikasi Euro. Dengan catatan kemenangan yang baik tersebut maka Italia sangat berpeluang besar untuk bisa lolos dengan mudah dalam Kualifikasi Euro 2020 kali ini.